zrieCall me Alzrie, an ordinary girl with my own identity, walking around my miracle and complecated life, like challenges and wanna be useful for others
|
 |
Friday, April 11, 2008
= Moving Out =
Dear Blogger...
Alhamdulillah akhirnya aku bisa membuat ‘rumah’ yang cukup memadai untuk memayungi potongan2 cerita juga ideku yang sederhana. memang bagi orang lain tulisanku mungkin tidak banyak atau bahkan tidak berarti sama sekali namun bagiku ini adalah untaian sejarah ataupun potongan2 zamrud yang tercecer yang ada diotak yang di anugerahkan Allah padaku (hehe) mudah2an tulisan2 yang sangat sederhana ini adalah bagian dari rasa syukurku. memang sudah lama aku pingin punya blog yang bisa mengarchieve berbagai jenis postingan. Di blogdrive aku ga tahu cara meng-archieve (gaptek euy..!!) hingga kesulitan klo mau buka postingan lama sampai akhirnya aku harus berpindah kelain hati. J
sebenernya aku dah cinta sama blogdrive ku ini apalagi header the Matrix yang Cool abiz hehe dan warna biru sendu kesukaanku, tapi ya itulah aku butuh ruang yang lebih nyaman sekalian pingin bisa punya ruang akademik dimana aku bisa mem-posting artikel atau membahas hal2 yang relevant dengan background akademikku (tapi ini seh masih dalam angan hehe)
nah sekarang aku dah pindahin sebagian artikel2 yang diblog ini ke rumahku yang baru..ini dia alamatnya www.zriesphere.blogspot.com., memang seh rumahku ini masih sangat sederhana, belum dapet lay out or background yang memadai tapi cukup nyaman koq J So silahkan mampir ya.. nanti di suguhi minum deh biar ga kehausan kekeke…
Maafin aku ya my blogdrive, terpaksa aku harus meninggalkanmu (hik..hik..)
Jakarta 11 April 2008
Alzrie
Posted at 11:39 am by zrie
Permalink
Monday, March 24, 2008
Charter of United Nations
We are the United Nations..United for the Better World
PREAMBLE
WE THE PEOPLES OF THE UNITED NATIONS DETERMINED
to save succeeding generations from the scourge of war, which twice in our lifetime has brought untold sorrow to mankind, and
to reaffirm faith in fundamental human rights, in the dignity and worth of the human person, in the equal rights of men and women and of nations large and small, and
to establish conditions under which justice and respect for the obligations arising from treaties and other sources of international law can be maintained, and
to promote social progress and better standards of life in larger freedom,
AND FOR THESE ENDS
to practice tolerance and live together in peace with one another as good neighbours, and
to unite our strength to maintain international peace and security, and
to ensure, by the acceptance of principles and the institution of methods, that armed force shall not be used, save in the common interest, and
to employ international machinery for the promotion of the economic and social advancement of all peoples,
------------------------------------------------------------------------------------
Mambaca isi Piagam PBB ini, jadi mangharuskan kita mereview bahwa sebuah kesepakatan dalam legal-formal sekalipun terkadang hanya sebuah formalitas yang sulit untuk di realisasikan…betapa PBB sudah begitu banyak melanggar komitmennya ??
Jakarta 24'03'08
Alzrie
Posted at 11:37 am by zrie
Permalink
semalem pulang ngajar aku sempatkan membuka laptopku , buru2 aku cari flash disc yang aku simpan di tasku..Hm..taktahan tuk ngebaca sebuah Esai yang kini mejeng menjadi Esai paling keren di Masisir. Esai ini di buat dalam ajang lokakarya mahasiswa yang di adakan PPMI dan KBRI sebagai salah satu wahana penampung aspirasi mahasiswa dalam kancah pergelutan problematika akademik yang sedang merebak di kalangan Masisir. dan di hadapanku kini adalah karya yang terpilih sebagai karya terbaik, bagaimana mungkin aku tak penasaran tuk mebacanya?J
tak enggan ku ungkap rasa senang dah berkenalan dengan sang penulis sore tadi, Desi hanara, yah itulah namanya, sebenernya aku dah cukup lama mengamati blognya (hehe) dan sering terkesan dengan tulisan cerdasnya, tapi baru hari ini bisa berkenalan via YM melalui my Broth..:).
Ok lanjut ke pengembaraanku di belantara lembaran esai di monitor laptopku. Hm..aku cukup menikmati setiap diksi yang di pilih dengan baik klo tidak di bilang hati-hati. juga gaya bahasa yang lugas sebuah cirikhas tulisan yang aku suka. kutelusuri lembar demi lembar esai itu, hubungan yang harmonis antar paragraph juga si penulis dengan cermat mentautkan setiap isi paragraph menjadi satu kesatuan yang terstruktur, dengan accuracy data yang di suguhkan tak pelak membuatku berasumsi tentang kegigihan mengumpulkan data dari penulis yang mencerminkan kesungguhannya tuk menghasilkan sebuah karya yang reliable.
tapi lebih dari pengakuanku akan keistimewaan karya ini hingga menjadi terbaik adalah kesadaran diriku sendiri akan ‘dosa’ akademik yang aku tanggung saat ini. melalui tulisan itu aku harus memberi pembenaran dengan suatu realitas nyata ‘ketidaksetiaan’ akademik yang mengantarkan aku menjadi seorang yang miskin peran di ranah spesialisasiku.
jujur saja aku akui diriku belum cukup pede tuk membawa title ku sebagai seorang sarjana sastra dengan kapasitas yang aku miliki saat ini. kesalahan individu dan kolektif menjadi saham akan lahirnya ‘keterpurukan’ akademik ku ini. bagaimana tidak, ‘perselingkuhan’ akademik ini sudah aku mulai semenjak aku menjadi insan akademik. bermula dari sebuah ‘keterpaksaan’ dalam memilih spesialisasi yang mengharuskan ku mengorbankan idealisme mimpi karier ku. sebuah mimpi untuk bisa bergelut di bidang kedokteran, atau sebuah lembaga penelitian harus puas aku tebus dengan berkutat diantara karya John Steinbeck, Rudyard Kipling atau George Orwell, dengan sebuah ‘kesombongan’ akan bias idealisme yang membuatku acuh akan berbagai mata kuliah yang aku hadapi, tak ada semangat selain tuk bisa meraih nilai yang cukup baik agar bisa lulus.
kesalahan kolektif tercermin dari system, kurikulum yang aku hadapi dan kapasitas Pengajar saat itu juga belum cukup ‘mapan’ untuk pengembangan potensi sesuai spesialisasi, namun kelebihan dalam institusi juga tak akan berarti banyak selama aku tak mengharagai itu sebagai sebuah kebutuhan. inilah ‘dosa’ akademik yang aku sadari saat ini. apalagi bidang sastra terlalu luas untuk di jabarkan di antara ruang social politik, komunikasi, psikologi, atau sastra itu yang membutuhkan penelusuran secara khusus tentang kelanjutan spesialisasi ini. dan akibat ini baru kusadari sekarang ketika peran di lapangan menanti suatu expertise bertumburan dengan skill ku yang masih middle ini.
sebagai mahasiswa program ekstention peran organisasi kampus hampir tak aku rasakan, kesibukan bekerja, kuliah dengan waktu ‘tak layak’, malas eksplorasi, adalah sekian dari rentetan alas an yang ikut menyumbangkan peran dari ‘dosa’ akademik ku. tak bisa di salahkan realitas yang ada tetapi seandainya aku konsisten dengan pilihan yang sudah aku ambil harusnya aku bisa bersikap ‘setia’ dan komit dengan jurusanku meski itu bukan impian, dan mungkin hasilnya akan jauh lebih baik.
kesalahan individu yang di perparah oleh kesalahan kolektif termasuk sistem, kurikulum dan iklim akademik membuat keterpurukan ini kian nyata dengan lahirnya lulusan yang miskin peran, termasuk diriku. klimaksnya ketika aku harus menyingkir dari dunia akademik dengan gelar sarjana, hanya dengan senyum puas karena mengantongi gelar tetapi harus puas dengan hasil yang sangat pas-pasan.
seandainya saja kesalahan kolektif itu tidak aku awali dengan kesahalan individu mungkin tak separah ini hasilnya. andai aku setia pada peran akademikku, sebenernya aku bisa mengeksplore berbagai potensi, walaupun harus dengan bersikeras memperkaya khazanah ilmu sesuai spesialisasiku, dengan lebih intens ke pencarian spesifikasi di antara penjabaran ruang jurusanku, seperti psikologi, sospol, komunikasi, linguistics, translation atau ke ranah kesusastraan itu sendiri.
atau seandainya kesalahan individu tidak di dukung kesalahan kolektif mungkin ‘nasip’ ku sedikit terselamatkan karena setidaknya iklim akademik yang kondusif akan memberi banyak manfaat dalam mendorong lulusan2 yang potensial di bidangnya sehingga tidak miskin peran :(. tapi besyukur aku masih bisa menyadari, walau ‘taubat’ ku ini sudah cukup telat.
kesadaranku itu sedikit banyak membangkitkan ‘gelora’ ku untuk kembali menekuni background akademikku, mungkin aku harus berputar arah 90 derajat tuk kembali intens. selama ini aku sibuk di berbagai hal, namun belum focus dalam satu arah karena masih limbung dengan jalur yang akan aku ambil. tapi hari ini aku sadar bahwa aku bisa menempuh ‘jalan lain’ untuk mencapai tujuanku aku tak harus bersikeras untuk menekuni bidang lain yang harus ku rintis dari awal lagi walau ini jalan paling ‘menjanjikan’ tuk meraih tujuanku tapi aku bisa melanjutkan bidang yang walau sedikit sudah aku kuasai. karena di ranah apapun aku berkecimpung selama aku menekuni sepenuh hati hingga aku ‘expert’ di bidang itu, kesempatan tuk meraih tujuan akan terbuka lebar. So jadi semangat banget tuk melanjutkan study J
At Last, selamat buat Hanara..TOP BGT Dech J tetep semangat dan terus kan perjuangan, salut di umurmu yg masih relative muda dah banyak prestasi dan multi talent. jadikan semua itu untuk sarana ‘pengabdian’ mu pada sang Maha pemberi CINTA..ALLAH SWT.
Jakarta, 14 03 08
Alzrie
Posted at 11:02 am by zrie
Permalink
Tuesday, March 18, 2008
:: Hikmah dari Seberang ::
“IF”
(By: Rudyard Kipling)
IF you can keep your head when all about you Are losing theirs and blaming it on you, If you can trust yourself when all men doubt you, But make allowance for their doubting too; If you can wait and not be tired by waiting, Or being lied about, don't deal in lies, Or being hated, don't give way to hating, And yet don't look too good, nor talk too wise:
If you can dream - and not make dreams your master; If you can think - and not make thoughts your aim; If you can meet with Triumph and Disaster And treat those two impostors just the same; If you can bear to hear the truth you've spoken Twisted by knaves to make a trap for fools, Or watch the things you gave your life to, broken, And stoop and build 'em up with worn-out tools:
If you can make one heap of all your winnings And risk it on one turn of pitch-and-toss, And lose, and start again at your beginnings And never breathe a word about your loss; If you can force your heart and nerve and sinew To serve your turn long after they are gone, And so hold on when there is nothing in you Except the Will which says to them: 'Hold on!'
If you can talk with crowds and keep your virtue, ' Or walk with Kings - nor lose the common touch, if neither foes nor loving friends can hurt you, If all men count with you, but none too much; If you can fill the unforgiving minute With sixty seconds' worth of distance run, Yours is the Earth and everything that's in it, And - which is more - you'll be a Man, my son!
Jakarta, 18’03’08
Alzrie
Posted at 12:25 pm by zrie
Permalink
Friday, March 14, 2008
Kunci Zuhud
(Hasan Al Bashri)
Aku tahu , rizkiku tak mungkin diambil orang lain Karenanya, hatiku tenang
Aku tahu,amal-amalku tak mungkin dilakukan orang lain Maka aku sibukkan diriku untuk beramal
Aku tahu, Allah selalu melihatku Karenanya, aku malu bila Allah mendapatiku melakukan maksiat
Aku tahu, kematian menantiku Maka aku persiapkan bekal untuk berjumpa dengan Rabbku.
Jakarta 14’03’08
Alzrie
Posted at 11:31 am by zrie
Permalink
Ya Allah, kepadaMu aku mengadukan kelemahanku, ketidakberdayaanku,dan kerendahanku di mata manusia. Wahai Tuhan yang Maha Penyayang, Engkaulah Tuhan orang-orang yang lemah, Engkaulah Tuhanku. kepada siap Engkau serahkan daku? kepada orang jauh yang menganiaya aku? ataukah kepada orang dekat yang Engkau biarkan dia menguasaiku? selama Engkau tidak murka kepadaku, aku tidak peduli. akan tetapi maaf-Mu lebih luas untukku. aku berlindung dengan cahaya wajah-Mu yang menerangi kegelapan dan memperbaiki urusan dunia dan akhirat, jangan Engkau timpakan murkaMu kepadaku, kepadaMu aku kembali hingga Engkau ridha, dan tiada daya dan upaya kecuali dengan bantuan-Mu.
(do’a Rosulullah SAW ketika beliau di usir dari Thaif, dikutip dari buku “saat2 mengharukan dalam kehidupan Nabi dan sahabat” Muhammad Mahir Al-Buhairi)
Jakarta 14’03’08
Alzrie
Posted at 10:55 am by zrie
Permalink
:: Bila aku jatuh cinta ::
Doa ini pertama kali aku dapat dari Bunda Ningrum Maurice beberapa tahun yang lalu waktu awal2 aku tahu Bunda, aku sendiri tidak tahu siapa sebenarnya penulis asli do’a ini, tadi pas aku searching aku temuin do’a ini jadi pingin posting lagi …it’s Very Nice..
BILA AKU JATUH CINTA
(BY: Anonymous)
Allahu Rabbi
aku minta izin Bila suatu saat aku jatuh cinta Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang Hingga membuat lalai akan adanya Engkau
Allahu Rabbi Aku punya pinta Bila suatu saat aku jatuh cinta Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas Biar rasaku pada-Mu tetap utuh
Allahu Rabbi Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan kasih-Mu dan membuatku semakin mengagumi-Mu
Allahu Rabbi Bila suatu saat aku jatuh hati Pertemukanlah kami Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu
Allahu Rabbi Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku Anugerahkanlah aku cinta-Mu… Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu
Jakarta 14’03’08
Alzrie
Posted at 10:36 am by zrie
Permalink
Slogan yang tertera di gerbang Universitas Granada, yang merupakan warisan dari kejayaan Islam…
"Dunia hanya terdiri dari empat unsur: pengetahuan orang bijak, keadilan penguasa, do'a orang saleh dan keberanian kesatria"
(Zarkasyi, 2008)
Jakarta 14'03'08
Alzrie
Posted at 09:36 am by zrie
Permalink
Monday, March 10, 2008
:: All About AAC (my prespective) ::
Akhirnya aku bisa juga nonton AAC, kemarin hasil ‘pemaksaan’ dari my Lodge-mates tak bisa ku tolak walaupun aku tidak mau mengalah untuk lebih dulu menyelesaikan tugas ku bertemu dengan my beloved Teacher J. so sekarang baru bisa neh komen diblog padahal kemarin dah cuap-cuap di milist.(kekekeke…)
****
memang harus jujur diakui kalau film ini tidak semenarik novelnya, dan banyak cerita yang di hilangkan atau di tambah, tetapi harus di akui juga bahwa membuat sebuah film jauh lebih sulit dari menuliskannya dalam sebuah novel, karena novel adalah sebuah deskripsi yang kemudian harus di kejawatahkan dengan gambar dalam sebuah film, tentu saja untuk novel kata2 lebih bisa banyak bicara karena tidak butuh penyajian secara visual sedangkan di film sebaliknya. hal ini yang mungkin sering di korbankan sutradara film dalam mengaktualisasikan novel dalam sebuah gambar bergerak.
dalam karakter pun aku melihat ada improvisasi tersendiri walau kadang lebih ke arah deskontruksi seperti karakter Fachri yang Cool, jadi terkesan gampang Jatuh Cinta sama Maria, juga karakter Maria, gadis koptik periang tapi pemalu dan selalu sopan dalam berbusana di representasikan dengan karakter yang sedikit ‘berani’ dalam hal busana ataupun sikap. juga karakter Aisha yang sangat bijak dibuat lebih ‘membumi’ dengan sifat cemburu nya, masih ada juga hal yang debateable tentang prespective boleh tidaknya seorang pria muslim menikahi gadis non muslim yang juga di angkat dalam karya aslinya, dan agak di ‘samarkan’ dalam film ini, dengan menghilangkan dialog2 Fachri-Aisha pra-pernikahan Fachri-Maria.
juga bisa di fahami lahirnya kontoversi khususnya mahasiswa Azhar yang merasa sebagai behind the screen-subject dalam film ini, karena memang ada beberapa hal yang mungkin tidak sesuai dengan realita azhar yg melanggar syar’i seperti Fachri yang sering berkhalwat dengan Maria sepulang kuliah atau di tepi sungai Nil, mahasiswi Azhar yang nge-gosip atau kerapuhan mahasiswa azhar ketika menghadapi fitnah. walau pastinya ini mengecewakan bagi sebagian mahasiswa azhar, tetapi titik ini sepertinya yang di ‘korbankan’ mas hanung sebagai special touch agar film ini lebih membumi di tanah air mengingat budaya indo yang masih terentang jarak yang jauh di banding dengan budaya masisir.
bukan dalam rangka mencemooh sebuah karya kalau aku utarakan ketidaksesuaian dan kekurangan di atas, juga bukan dalam rangka pembelaan pelanggaran syar’i jika aku tetap mendukung beredarnya film ini tetapi menurutku ada hal yang significant yang juga harus di apresiasi dalam film ini, di samping bebagai kekurangan yang harus di perbaiki.
walau tidak sempurna dalam merepresentasikan karya aslinya, film ini banyak memberikan pesan moral yang sangat jauh lebih baik jika di banding dengan film-film yang sedang beredar di tanah air saat ini, atau setidaknya ada dakwah yang menurutku cukup berani di film ini dengan menampilkan satu idealisme islam yang nyaris tidak berani di tampilkan oleh film yang lain, walau masih ada idealisme yang seperti ‘terpaksa’ harus di samarkan.
aku sangat senang dengan dialog Fachri dan Alicia, ttg “Women in Islam” dalam film ini. selama ini hanya buku yang bercerita banyak tanpa banyak orang yang sudi mendengarnya karena banyak orang yang justru alergi dengan bacaan yang menurut mereka terlalu “syar’i”. juga aku sangat terkesan ketika Fachri dengan tegas mengatakan kepada Alicia “there is no dating in Islam, we usually do taaruf to find our couple” (tidak ada pacaran dalam Islam, biasanya kami melakukan taaruf untuk mencari pasangan) kurang lebih begitulah dialognya. Asli…selama ini sampai umurku setua ini J aku tidak pernah menemukan (atau aku yang gagap info film? J) ada sebuah film yang dengan berani mengungkapkan salah satu ‘identitas’ islam ini, apalagi di tengah isu Modernitas di mana pacaran di anggap hal yang halal dan wajar tanpa ada rasa bersalah atau berdosa bagi sebagian besar pelakunya. bahkan banyak sinetron yang berlabel islamipun tidak bisa menghilangkan merebaknya faham pacaranisme ini. bagaimanapun film ini adalah salah satu terobosan dakwah yang luar biasa menurutku, karena yang menikmati film ini tidak hanya mereka yang sudah tahu batas2 pergaulan dalam Islam, tetapi banyak dari mereka yang memang setia dengan faham pacaranisme, walaupun mungkin tidak akan berimbas langsung setidaknya ini akan menjadi input yang baik selain implikasi positive yang pastinya sangat kita harapkan.
kalau secara pribadi hikmah yang bisa aku ambil dalam film ini adalah keikhlasan dan pengorbanan, ketika Aisha harus merelakan Fachri untuk menikahi Maria, gadis yang diam2 mencintainya. Aku juga temem2 ku tidak bisa untuk tidak menangis melihat adegan ini, secara hati seorang wanita (cieee..) mana ada yang rela menyuruh suami nya menikah lagi kecuali seorang yang mempunyai tingkat keikhlasan yang tinggi. juga ini tentang pengorbanan yang luar biasa dari seorang wanita yang begitu tegar menyaksikan suaminya menyatakan cinta kepada wanita lain. Asli.. kayaknya aku ga akan sanggup deh untuk bisa seperti Aisha (hehe..) . Di samping itu juga ada pesan secara implicit tentang poligami dalam Islam, bahwa poligami bukan semata2 pelampiasan keinginanan seorang lelaki juga bukan penodaan terhadap hak asasi wanita, tetapi ada saat poligami harus dilakukan sebagai sebuah solusi.
Finally, apresiasiku yang tinggi kepada mas Hanung Bramantyo atas karyanya, semoga tidak berhenti sampai di sini, tetapi diharapkan lebih jauh ada perbaikan dari segi ‘syar’i’ nya. juga semoga ke depan Mas Hanung atau sutradara muslim lainnya lebih berani menampilkan wajah Islam yang sebenarnya melalui karya2 nya, sebagai salah satu ‘dakwah’ yang berani diantara berbagai stigma negative yang menimpa umat Islam belakangan ini. Then..How’s the Next..????
juga tidak mengurangi respect-ku kepada saudara2 ku yang di di Azhar yang sebagian merasa di ‘korbankan’. pesanku jadikan ini, sebagai suatu stimulant untuk membuktikan bahwa mahasiswa Azhar jauh lebih baik dari apa yang di representasikan dalam film ini melalui karya dan pengabdian ilmu untuk umat kita khususnya di negeri ini, bukankah penilaian Allah lebih sempurna dari penilaian manusia? dan menurutku..You shouldn’t say to everyone about who you are, but people will judge you from what you’ve done. (Hm..sok diplomatis..!! J )
juga jangan khawatir lahirnya sastrawan dari Azhar akan merendahkan ‘prestise’ Azhar sebagai rahim untuk lahirnya para intelektual islam, tetapi karya sastra Islami juga adalah karya intelektual yang luar biasa yang bisa di gunakan sebagai amunisi dalam perang ideology yang merebak saat ini. so stay cool coz everyone can take their own role, dan Rosulullah SAW pun dulu tidak pernah melarang adanya syair2 yang juga merupakan salah satu karya sastra, yang harus lebih di perhatikan tentunya adalah muatan atau contentnya.
Wallahu’alam
Jakarta 10’03’08
Alzrie
Posted at 12:11 pm by zrie
Permalink
Thursday, March 06, 2008
:: When the time is getting closer...::
I don’t know how to transform such rush feeling when a very special moment is going to come up into my life, I just need split of second to wait it whilst one side of my heart still can’t ensure my self that I would be able to finish such kind of “History” smoothly . But I hope it very deeply, among the ordeals and any hubbubs that are in an uproar.
must be thankful for the magnificent story between us, be thankful to the one who never I met before but care me a lot without looking who am I, or judging what I have done, a very sincere attention that may affecting me.
I can’t deny that the doubt sometimes emerge between the hundred of questions brought up by almost all my friends who be uncertain about me with my boldly decision.
But another side of my heart convinces me that I will have the game in hand, and be certain that I would step forward, by ignoring the stuff of questions and leaving behind all of a toss-up bugging me so far.
Finally, The Only ALLAH is my best shelter to give this soul up. I am really certain that my destiny is the best for me, without ignoring my prayers and efforts.
So Stir your stump Girl…and be optimistic …your great future is coming soon..InsyaAllah.
Jakarta 06’03’08
Alzrie
Posted at 10:37 am by zrie
Permalink
|